Dunia Informasi & Inspirasi

Sharing Infomasi Seputar Dunia Informasi & Inspirasi

Mari Berhati-hati Dalam Berkomunikasi

Apa yang disampaikan oleh Rasulullah agar kita berbicara dengan orang lain itu dengan menyesuaikan diri dengan kemampuan nalar mereka menjadi landasan ilmu komunikasi yang tak boleh disepelekan. Bisa saja orang lain itu salah paham atau salah terima apa yang kita sampaikan. Kemampuan nalar (bi qadri 'uqulihim) itu maknanya bisa sangat luas, tidak semata berkaitan dengan kemampuan berfikir logis dan sistematis melainkan juga dengan kemampuan bahasa.

Saya pernah dikritik beberapa orang di suatu forum (halaqah) pengajian karena saya menyampaikan ceramah materi dengan menggunakan "footnote" alias referensi lengkap dengan halamannya.


"Ceramah itu tak usah pamer kitab dan buku, ustadz. Lihatlah pengarang kitab yang tulus ikhlas itu tak menyebut-nyebut buku dan kitab apa saja yang dibaca." Saat itu saya ceramah di sebuah daerah yang menurut saya sudah masuk katagori kota pendidikan. Saya salah duga, ternyata lokasinya saja yang kota dan modern sementara jamaahnya kebanyakan "tradisional" dalam makna yang kurang nyaman.

Saat yang lain di lokasi yang lain saya diminta menyampaikan kritik ke salah seorang penceramah di TV: "Sampaikan ke profesor itu, kalau ceramah itu harus jelas pengambilan dalilnya dari kitab apa dan madzhab apa, biar kami lebih yakin dengan penjelasannya." Lokasi kritik adalah di sebuah desa tradisional, sementara jamaahnya adalah alumni pondok pesantren yang terbiasa dengan bahts al-masa'il.
Memahami audience atau lawan bicara memang sangat penting agar komunikasi lancar dan tak salah paham. Isteri saya barusan bercerita, menghibur saya yang harus bedrest sementara waktu. Katanya, seorang petani desa sekali menemukan mayat seorang wanita terbunuh hanya mengenakan celana dalam. Ketika berita menyebar, datanglah wartawan bertanya ke petani itu tentang latar belakang pembunuhan itu : "Motifnya kira-kira apa pak?" Petani yang tak tahu makna motif yang dimaksud wartawan itu menjawab: "kembang-kembang merah muda, Pak wartawan."

Pinternya isteri saya menghibur saya. Saya tidak tahu motifnya apa bercerita kepada saya. Hati-hati berkomunikasi ya. Salam.

Ahmad Imam Mawardi

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Mari Berhati-hati Dalam Berkomunikasi

0 komentar:

Poskan Komentar