Dunia Informasi & Inspirasi

Sharing Infomasi Seputar Dunia Informasi & Inspirasi

Kata Kata Cinta Tak Bersyarat (Sebuah Cerpen)

kata mutiara cinta tak bersyarat -- Ziyan, kali ini aku datang ke rumahmu dengan ibuku, ku genggam tangannya yang gemetar saat menyaksikan dua lambang agama itu didapatnya di dalam rumahmu Ibu melirikku dengan sorot mata bingung tapi aku tersenyum mencoba menenangkan ibu.

Kau, juga istrimu tersenyum menyambut kami "Aini, kau sudah datang?" Tanyamu menyalami ibuku santun, begitupun istrimu.


"Duduklah" katamu lagi

Aku membawa ibu duduk sedangkan istrimu baru saja meminta pelayanmu membuatkan minum

"Aku mau langsung ke inti" Kataku

Ku hembuskan nafas perlahan "Aku telah meminta pendapat pada keluarga dan beberapa sahabat terdekat mengenai keinginanmu menikahiku, Ziyan..aku menyambutmu dengan penuh syukur karena telah menjadi saudara seimanku, tapi mengenai permintaanmu itu..." Aku memutuskan kalimat lalu ibu merangkulku di tatapnya mataku sembari tersenyum.

Ku sambung lagi kalimatku "Ziyan, islam memang memperbolehkan seorang lelaki memiliki maksimal 4 istri namun itupun harus dengan adil, aku tahu istrimu memang mengatakan 'YA' untuk permintaanmu tapi aku yakin hatinya tetap saja terluka" aku melirik istrimu, matanya sangat sendu.

"Sebagai seorang muslimah, aku tidak ingin membangun rumah tangga diatas pundak wanita lain, aku tidak ingin melukai dan mencederakan hati istrimu"
Kali ini, Jessy mulai runtuh, airmatanya terjun begitu saja
"Tapi Aini, apakah kau tidak mau membantuku?" Kau angkat bicara
Lalu Jessy menatapku "Aku ikhlas mbak, menikahlah dengan suamiku, tuntun dia.. terangkan hatinya.."
Aku menghela nafas, Ziyan.. andai saja kau bisa memahami istrimu..
"Ziyan, apa alasanmu ingin menikahiku?"
Kau tersentak "Bukankah kau sudah tahu? Aku menikahimu karena kecerdasan dan ketaatanmu, dengan itu kau bisa membantuku memahami agama lebih dalam"
"Apa kau mencintaiku?" Tanyaku lagi
Kau menunduk "Tidak" lalu wajahmu terangkat dan kau tatap istrimu "Aku hanya mencintai istriku"

Aku tersenyum, geli rasanya mendengar pengakuanmu "Kau bahkan tidak mencintaiku, lalu untuk apa aku menikah denganmu? Apakah kau bisa adil kepada dua istri yang mana kamu hanya mencintai salah satunya?"

Kau menunduk lagi
"Ziyan, kau tahu kisah tajmahal yang ada di India itu?"
Kau menggeleng
"Jessy, kau tahu?" Istrimupun menggeleng tidak tahu
"Dibalik tajmahal di India itu ada kisah yang menarik perhatianku tentang seorang raja beragama islam bernama Jalaludin Akbar yang menikahi seorang putri bernama Jodha Bhay yang beragama Hindu, mereka menikah karena suatu kesepakatan yang di buat oleh raja Jalal dengan ayah dari putri Jodha, singkat cerita raja Jalal dan putri Jodha menjalani rumah tangga dengan penuh perbedaan keyakinan namun lambat laun perbedaan itu tak terlihat bahkan mereka pada akhirnya saling menyadari bahwa perbedaan agama bukanlah penghalang bagi cinta yang mulai tumbuh diantara mereka, mereka bahkan mulai saling menghargai satu sama lain, menghormati dan belajar.

Kalian tahu? Jodha bahkan mulai mempelajari tata cara shalat, membantu Jalal berjuang, dan memperingati Jalal untuk shalat, namun, karena keyakinan yang penuh pada agamanya ia tidak pernah mengganti keyakinannya sampai meninggal dan Jalal sangat salut terhadap kesetiaannya pada agama yang dianut istrinya itu hingga akhirnya Jalal membangunkan sebuah tajmahal untuk mengenang kematian Jodha, terlihat jelas bahwa tempat itu adalah lambang penyatuan dua agama yang bisa saling menopang dan menggenggam satu sama lain tanpa harus berdebat dan bermusuhan"

Aku berhenti sejenak lalu ku minum air putih karena haus
"Didalam surat alikafirun tertulis jelas sebuah ayat yang berbunyi 'Bagimu agamamu dan bagiku agamaku' jadi, hormati agama masing2.. dan jalani hidup sebagaimana mestinya" Lanjutku
Kau dan Jessy saling berpandangan lalu memegang tangan satu sama lain "Maafkan aku" Sesalmu.

Istrimu menggeleng lalu memelukmu dengan airmata terurai
Aku melirik ibu begitupun ibu yang melirikku penuh bangga "Kau bukan hanya membuka hati seorang muallaf tapi juga menyelamatkan rumah tangga mereka dari sebuah poligamy"
"Terima kasih Aini, sekali lagi kau membimbingku dari keserakahanku" Ucapmu tersenyum
"Belajarlah mengenai agama pada ustadz yang ada di masjid terdekat" Pesanku
Kau mengangguk

Hampir saja... hampir saja aku menerima permintaanmu, hampir saja aku memenjarakan hati istrimu dalam luka yang akan berkepanjangan..

Ini keputusanku, Ziyan. Pertahankan keutuhan rumah tanggamu meski kalian memegang agama yang berbeda..

Oleh : Dewii amalia

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Kata Kata Cinta Tak Bersyarat (Sebuah Cerpen)

0 komentar:

Poskan Komentar