Dunia Informasi & Inspirasi

Sharing Infomasi Seputar Dunia Informasi & Inspirasi

Kata-kata Kenangan Terindah Masa Lalu buat Mantan Pacar

Oleh Newisha Alifa | Berlembar-lembar hari kulalui tanpamu. Tanpa kebersamaan yang pernah ada antara kau dan aku. Ketika suka dan duka melebur jadi satu. Keduanya mencipta kenangan yang tak mudah tergerus oleh waktu.

Ada rasa yang tak seharusnya ada, ia bernama rindu. Yang terlanjur tersulam karena keadaan tak lagi mengizinkan kita berjalan berdampingan. Ada ribuan kilo jarak yang membentang tak main-main. Dan kita tahu persis akan hal itu.


Jalan ini terasa semakin terjal dan sulit untuk didaki. Tak jarang kesadaran bahwa melanjutkan semuanya hanya akan menghabiskan waktu, dan melukai diri masing-masing, datang bertamu. Namun ketika keyakinan itu kembali muncul begitu kuat, ia selalu sanggup mengusir berbagai keraguan yang singgah di pintu hati.

Entah apa hikmah di balik semua liku tentang kau dan aku ini; ujian yang jika sanggup terlewati akan menguatkan kisah kita? Atau justru semua ini pertanda, bahwa perpisahan dan merelakan segalanya adalah jalan terbaik untuk kita berdua?

Jeda …

Mungkin itu yang kubutuhkan kini. Meski dalam doa, aku meminta yang terbaik untuk kita, tapi toh dalam keadaan sadar, namamu masih tersebut setelahnya. Adakah di mata Sang Pencipta aku sudah termasuk memaksa-Nya untuk meridhoi kisah kita? Aku tak tahu jawabnya.
Aku mulai menyerah untuk melupakanmu. Sebab, melupakan adalah suatu ketidaksengajaan yang sejatinya tak bisa dibuat-buat. Kutengok ke dalam bilik hati. Aduhai, bagaimana mungkin aku bisa beranjak, jika jejak-jejakmu masih tertinggal di sana. Jejak yang terlalu kuat membekas, hingga tak mudah bagiku untuk menghapusnya begitu saja.

Sengaja menghadirkan nama-nama baru yang diharapkan bisa menggantikan posisimu, kupikir adalah cara terbaik untuk mengenyahkan namamu yang terlanjur betah bersemayam di ruang hati. Namun nyatanya kusalah … jeda yang kubutuhkan tak sependek itu. Sama seperti cerita kita yang tak sesepele itu untuk dilupakan, untuk diabaikan.
Karena darimu, aku belajar tak hanya bersedia menerima kelebihan, tapi juga kekurangan seseorang. Sebab darimu, aku bahagia ketika mengajari dan diajari tentang kebaikan dan kesederhanaan. Dan aku sadar betul, tak pada sembarang orang, aku bisa merasakan demikian.

Aku menjadi bodoh betul memaknai cuaca.
Terik matahari, kuanggap sesuai dengan kondisiku yang tengah kering kerontang tanpa adanya kamu.
Sementara, ketika hujan deras disertai langit mendung ... kuartikan semesta sedang berempati padaku yang tengah dicengkeram nestapa.

Jeda …

Ya, aku sedang dalam proses melaluinya.
Kini kuubah pola pikirku. Bukan bagaimana caranya melupakan secepat mungkin, tapi bagaimana aku menerima semuanya serela mungkin.
Tak pernah sekalipun kusesali kebaikan-Nya yang pernah mempertemukan kita untuk saling belajar. Di belahan bumi manapun kini kau berpijak, semoga Allah selalu menjagamu dan melimpahkanmu kebaikan. Aamiin.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Kata-kata Kenangan Terindah Masa Lalu buat Mantan Pacar

0 komentar:

Poskan Komentar