Dunia Informasi & Inspirasi

Sharing Infomasi Seputar Dunia Informasi & Inspirasi

Kata-kata Islam Tentang Kehidupan Dunia: Saat Semesta Berkarib Mesra


Oleh Om Koko | Jika surat Umar bin Khathab mampu membuat sungai Nil kembali mengalirkan airnya dengan ijin Allah Ta’ala. Sungguh aku pun menulis surat hampir sama untuk sungai Bengawan Solo. Berharap agar airnya tak membanjiri rumah warga. Hasilnya … malah lebih parah. Air bah menggenangi tempatku bekerja. Akhirnya harus ikut kerja bakti bersih-bersih selama satu minggu dalam keadaan puasa.

Umar menulis, "Jika kamu mengalir dikarenakan dirimu sendiri, maka janganlah untuk mengalir. Namun jika Allah Yang Maha Esa dan Maha Perkasa yang mengalirkanmu, maka kami mohon kepada Allah yang Maha Esa dan Maha Perkasa untuk membuat dirimu dirimumengalir." Tulisan ini dengan ijin Allah mampu membuat sungai Nil mengalirkan airnya hingga ketinggian enam belas hasta dalam semalam.



Aku pun menulis hampir sama, ”Wahai Bengawan Solo, jika engkau mengalir karena Allah yang Maha Berkehendak. Maka kami mohon kepada Allah yang Maha Berkehendak agar engkau tidak membanjiri warga, ingat Bro … mereka sedang puasa.” Kulemparkan secarik kertas ini di tengah aliran sungai yang deras dari atas jembatan.

Tiga hari kemudian, malam harinya aku bermimpi berdiri di tepi Sungai Bengawan Solo dan ia bisa berkata-kata, “Surat yang kamu kirim salah alamat, Bro! Aku ini hanyalah menerima air dari langit. Lain kali kirimkan suratmu pada awan-awan yang bergumpal.”

Ah, aku terkejut dan bangun. Menertawakan diri di tengah malam. Betapa bodohnya aku. Bukan karena salah kirim surat tapi karena terlalu percaya diri melakukan tindakan sok iman tanpa bercermin kualitas iman macam apa yang aku punya.

Memang benar manusia adalah khalifah di muka bumi. Jika penduduk bumi bertakwa maka alam semesta menjadi sahabatnya. Sebaliknya saat alam tak lagi bersahabat berarti  manusia mulai berpaling dari ketakwaan, bahkan senantiasa membuat kerusakan.

JIka Tamim Ad Daari dengan surbannya mampu menggiring lava kembali ke kawah gunung yang meletus dengan izin Allah ta’ala. Kita jangan coba-coba! Bisa menjadi “manusia panggang” kalau nekat. Ingat amal dan iman kita masih di bawah rata-rata.

Jika Umar memukul tanah menyuruh gempa berhenti maka bumi pun menaati. Silakan mencoba, tapi jangan menyesal kalau gagal. Bisa-bisa batok kepala tertimpa koper yang ditaruh di atas almari.

Jika shalat dua rakaat seorang pembuat terompah yang bertakwa pada masa tabi’in membuat hujan turun seketika dengan ijin Allah Ta’ala. Belum tentu kita shalat seratus rakaat bisa menjadi sebab bakal turun hujan meski sebulan kemudian.

Beginilah ada saat di mana teknologi iman bekerja. Saat itu teknologi logika hanya bisa diam seribu bahasa. Allah berkuasa melakukan apa yang dikehendakinya. Takwa membuat alam begitu mesra dengan manusia.

Saat umat Nabi Musa as diselamatkan dari kejaran Firaun, mereka tinggal di padang pasir Sahara. Tak ada tunas kehidupan yang tampak hanya lautan pasir sejauh mata memandang. Musa as pun berdoa hingga memancarlah dua belas mata air dan setiap hari ada hidangan manna dan salwa. Tak ada yang perlu bekerja semua tinggal menikmati saja. Manna turun setiap shubuh hingga matahari terbit. Seperti salju yang turun ke bumi. Putih dan manis bahkan 70 kali lebih nikmat dari madu. Salwa adalah burung yang tak bisa terbang tinggi, mirip puyuh. Mereka muncul setiap hari menyediakan diri untuk menjadi santapan kaum Bani Israil. Kini tinggal cerita, saat takwa ditinggalkan maka mereka pun enggan datang … menghilang.

Mungkinkah “teknologi iman” masih bisa bekerja di jaman sekarang?

Mungkin,  bahkan Rasulullah SAW meramalkan bahwa akhir jaman saat kaum muslimin menjadi khalifah di muka bumi. Ada seruan, "Tumbuhkanlah buah-buahanmu dan luapkanlah keberkahanmu."
Maka pada saat itu sekelompok manusia cukup makan dari sebiji buah delima (karena besarnya). Merekapun dapat bernaung di bawah kulit tempurung delima tadi.

Dikaruniakanlah keberkahan dalam air susu, sehingga seekor unta yang mengandung air susu dapat mencukupi segolongan besar dari manusia. Seekor lembu yang mengandung air susu dapat mencukupi sekabilah manusia. Sedang seekor kambing yang mengandung susu dapat mencukupi sedesa.

Berarti harapan itu masih ada, sebagaimana pintu taubat yang terus dibuka hingga saat nyawa naik ke atas dada. Selama kesempatan masih ada, mari saling tolong-menolong dalam taat dan takwa.

===

"Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri tersebut beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (Qs. Al-A’raf: 96)

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Kata-kata Islam Tentang Kehidupan Dunia: Saat Semesta Berkarib Mesra

0 komentar:

Poskan Komentar