Dunia Informasi & Inspirasi

Sharing Infomasi Seputar Dunia Informasi & Inspirasi

Cara Melupakan Kenangan Pahit dan Indah (Sebuah Curahan Hati)

Oleh Nicky Bernett | Tuhan mengujimu dengan pertemuan, membiarkan kenangan terjadi, lalu mengambilnya agar kau tahu apa itu makna kesendirian.

Saya pernah mengalami masa sulit. Dipertemukan dengan seseorang yang berani mengetuk pintu hati, menyulam kenangan bersama, berbagi rasa dan setelah itu merasakan kehilangan. Dia tidak pergi, dia masih di dunia ini. Di sisi jalan yang lain, yang tidak searah dengan perjuanganku. Apapun alasan yang dia jelaskan, mampu saya terima tapi tak sanggup  kujalani. Ditinggalkan, setelah kenangan dan rasa yang tercipta. Hati ini ingin berontak, bertanya apa tujuan dia ingin meminggirkan rasa yang kita miliki. Perasaan yang sama, dicintai dan mencintai. Tidak mengerti kah dia dengan rasa takut ini?


Paragraf di atas adalah sekelumit masalah dalam menjalin sebuah hubungan. Bisa dikatakan pacaran, bisa juga disebut saling jujur dalam perasaan. Laki-laki dan perempuan, bersatu dalam ikatan. Ketika satu pihak tidak berada di jalan yang sama, pihak yang lain akan kebingungan. Mencari jalan agar tetap bersama dalam perjuangan. Mereka sejalan awalnya, memadu kasih, berbagi rasa, menguntai rindu, tukar sapaan dan menakar arti cinta. Kawan, bingkailah semua kegiatan itu dalam hangatnya sebuah pernikahan. Dalam pacaran sebelum menikah, hanya ada satu hal yang harus terjadi, perpisahan. Sebelum kita memutuskan, dengan siapa tangan ini akan tergenggam.

Perpisahan bermakna kita jalan sendiri-sendiri. Mengikhlaskan kisah yang terjadi dan memasukkan semua adegan dalam album kenangan. Apakah itu hal mudah? Tentu tidak, semua perjuangan dalam koridor menjaga hati adalah hal yang sulit. Dia yang pernah mengisi hati, tidak mudah untuk merelakan pergi. Apakah waktu akan mendukungku untuk melupakan dia? Tentu, waktu adalah obat yang paling mujarab dalam menemani kesendirian. Bagaimana dengan hari-hari yang dulu sering terisi oleh kehadirannya? Gantilah dengan pemeran dan skenario yang baru. Di hati kita masih ada dia, hanya mengubah pelakon dalam kesendirian kita. Hei, di dunia ini masih ada sejuta kegiatan yang bermanfaat. Bukan hanya yang berbau maksiat, bahkan saling berbagi dalam hangatnya ukhuwah bisa sedikit melelahkan pikiran dari kenangan.

I will tell you something. Saya mengalami masa sulit selama enam bulan. Berhenti dari dunia literasi yang sangat saya tekuni saat depresi. Mengisi malam dengan tangisan dan mimpi buruk. Bahkan nafsu makan hampir hilang. Mengisi perut untuk ikhitiar agar tidak mendzolimi badan. Saya tidak bisa terlelap tanpa menangis di awal. Dan masih banyak lagi, saya menikmati hal itu, semuanya. Saya hanya berani mengadu ke Allah tentang masalah yang terjadi. Di setiap sujud saya menangis, ingin melupakan, menghilangkan semua perasaan tapi apa daya, Allah sedang menguji masa penantianku. Saya berusaha untuk kembali, berdiri tegak ketika saya sendiri. Saya tidak pernah berani menceritakan apa yang saya alami kepada manusia lain. Karena mereka hanya akan menyuruh untuk bersabar, itu hal yang sulit.

Kehilangan bukan hal yang sulit untuk dilalui. Saya mencoba membuka silaturohmi, berbaur dengan kawan yang sama sekali belum dijumpai. Berbagi kisah, keluh dan hobi yang sama. Jika kehilangan seseorang yang belum menghalalkan dirimu, kau sudah merasa sendiri. Bagaimana jika Tuhan menghendaki ayah dan ibu kita pergi? Jika susah mengisi hari, fokuslah dengan sanak keluarga yag selama ini kita abaikan. Pasrah bukan berarti mengalah. Hidup masih berjalan tanpa dia di sisi, Kawan.

Kesendirian bukan untuk ditangisi, ia hanyalah adegan dalam kehidupan. Isilah dengan silaturohmi, yang kelak bisa mengarahkan kita ke dalam surga-Nya yang abadi.

Barakallah ^^

Itulah tulisan indah tentang cara melupakan kenangan bersama mantan, semoga bermanfaat ya.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Cara Melupakan Kenangan Pahit dan Indah (Sebuah Curahan Hati)

0 komentar:

Poskan Komentar