Dunia Informasi & Inspirasi

Sharing Infomasi Seputar Dunia Informasi & Inspirasi

Cara Menghadapi CLBK Saat Sudah Memiliki Pasangan

Tips Menghadapi CLBK ( Cinta Lama Bersemi Kembali ) Saat Sudah Memiliki Pasangan - Ketika perasaan cinta datang, banyak rasa yang dirasakan, bahagia yang didapatakan saat itu dan entah apa yang ingin dilakukan pun rasanya sangat gembira disaat ada seorang yang membuat jatuh cinta. Ketika muda banyak sekali godaan-godaan yang menghampir saat hati mulai mencari kenyaman cinta sebenarnya dan cinta pun tumbuh kemana mana. Dan yang akhirnya akan timbul perpisahan yang mestinya tidak harus diakhiri namau kala itu jiwa muda masih melekat, banyak pikiran belum dewasa menjadi jawaban akhir cinta.
Cara Menghadapi CLBK Saat Sudah Memiliki Pasangan
Bukan tidak mungkin, entah sebagai laki-laki atau perempuan, kita punya sejarah “cinta” di masa lalu. Dan setelah waktu yang lama, cinta itu hadir kembali. Istilahnya, cinta lama bersemi kembali (CLBK). Yang menjadi masalah, jika CLBK itu hadir ketika kita sudah berkeluarga. Dan kita sadar, jika CLBK itu diikuti, ia akan menjadi masalah di kemudian hari. Baik bagi keluarga kita, anak-anak kita, bahkan yang lebih besar, bagi akhirat kita. Maka bagaimana kita menghadapi CLBK?

Ambil Keputusan Yang Tegas!!! Segera Putus

Jika CLBK hadir di tengah kondisi yang demikian, segera putuskan rasa itu. Tumbuhkan kesadaran bahwa jika perasaan itu diikuti, ia akan semakin sulit diatasi. Dan jika tidak diatasi, ia akan menjadi masalah dan membawa kemadharatan. Kalaupun si dia belum menikah, tetap menjadi masalah saat kita meneruskan rasa itu. Sebab cinta tanpa pernikahan adalah penderitaan. Sementara hubungan cinta dengan wanita lain adalah pengkhianatan. Konon, tidak sedikit CLBK yang diperturutkan akhirnya menjadi perselingkuhan.
Apalagi jika Anda yang mengalami CLBK adalah wanita yang telah bersuami. Tak ada kompromi. Perasaan itu harus segera berhenti. Sebab jika pada lelaki yang punya peluang poligami saja CLBK bisa menjadi masalah, bagi wanita tak ada harapan apa pun. Segera putuskan.

Hidup Bukan hanya di Dunia!!! Ingat akhirat

Sadarilah bahwa mencintai wanita yang bukan istrinya, menjalin hubungan dengannya meski hanya melalui dunia maya adalah bagian dari zina. Sebagaimana hadits Nabi, “Zina kedua mata adalah dengan melihat. Zina kedua telinga dengan mendengar. Zina lisan adalah dengan berbicara. Zina tangan adalah dengan meraba (menyentuh). Zina kaki adalah dengan melangkah. Zina hati adalah dengan menginginkan dan berangan-angan. Lalu, kemaluanlah yang nanti akan membenarkan atau mengingkari yang demikian.” (H.R. Muslim)
Tentu saja, ini juga berlaku bagi wanita. Mencintai laki-laki yang bukan suaminya, menjalin hubungan dengannya meski hanya melalui dunia maya adalah bagian dari zina. Dan pada setiap zina ada dosa. Janganlah kita mengorbankan kebahagiaan akhirat dengan memperturukan kesenangan yang amat singkat.

Keluarga Adalah Anugerah Terindah

Salah satu kunci kebahagiaan adalah mensyukuri apa yang ada. Untuk bisa melakukannya, pertama-tama seorang muslim harus menyadari bahwa segala hal yang telah terjadi, segala hal yang telah ia alami, segala hal yang telah ia dapatkan adalah hal terbaik yang telah ditetapkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Tumbuhkan kesadaran bahwa istri kita adalah wanita terbaik yang dianugerahkan oleh Allah kepada kita. Suami kita adalah lelaki terbaik yang dianugerahkan kepada kita. Anak-anak adalah anugerah terbaik dariNya.
Seperti apa pun kondisi istri kita, dialah wanita terbaik yang telah menemani kita. Ia setia dalam kondisi suka dan duka. Ia mencintai kita dan anak-anak dengan sepenuh jiwa. Ia selalu hadir saat kita membutuhkannya. Ia telah teruji untuk waktu yang cukup lama. Sedangkan dia, orang yang kini kita CLBK, kita tak tahu bagaimana sesungguhnya dirinya. Ia belum teruji. Bahkan kalaupun ia mengatakan ia tidak juga menikah hingga kini karena mencintai kita, itu bukan garansi dan jaminan yang dapat dipastikan.
Seperti apa pun kondisi suami kita, dialah laki-laki terbaik yang telah membersamai kita. Ia setia dalam kondisi suka dan duka. Ia mencintai kita dan anak-anak dengan sepenuh jiwa. Ia selalu hadir saat kita membutuhkannya. Ia telah menunjukkan tanggungjawabnya sebagai seorang suami bagi kita dan sebagai ayah bagi anak-anak kita. Ia telah teruji untuk waktu yang cukup lama. Sedangkan dia, orang yang kini kita CLBK, kita tak tahu bagaimana sesungguhnya dirinya. Ia belum teruji. Bahkan kalaupun ia mengatakan ia tidak juga menikah hingga kini karena mencintai kita, itu bukan garansi dan jaminan yang dapat dipastikan. Maka janganlah kita tergoda melepaskan yang telah teruji cinta dan kesetiaannya demi seseorang yang belum jelas bagi kita.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Cara Menghadapi CLBK Saat Sudah Memiliki Pasangan

0 komentar:

Poskan Komentar