Dunia Informasi & Inspirasi

Sharing Infomasi Seputar Dunia Informasi & Inspirasi

6 Mitos Tentang Hubungan Cinta Para Remaja

Dalam suatu hubungan, membuat pasangan tetap dalam keadaan nyaman adalah suatu keharusan. Namun begitu, diantara usaha-usaha untuk mencari kenyamanan tersebut, sebuah pasangan terkadang terganjal dengan mitos-mitos yang ada di masyarakat. Terlebih mereka yang masih muda dan belum banyak merasakan asam garam kehidupan. Ingin tahu apa saja mitos tentang hubungan cinta tersebut? Berikut daftarnya untuk anda.

mitos tentang hubungan cinta

Mitos Tentang Hubungan Cinta Para Remaja

{1.} Hubungan Seperti Sebuah Film
Sangat banyak pasangan yang berharap memiliki hubungan yang sama dengan yang digambarkan oleh film-film romantis atau sekedar sinetron remaja dengan akhir yang mengharukan dan indah. Namun begitu, mitos ini ternyata hanya akan membuat suatu hubungan menjadi terlalu dramatis dan menyakitkan. Padahal seharusnya hubungan cinta yang sejati digambarkan pada stabilitas dan konsistensi serta kemampuan untuk melawan berbagai jenis ujian bersama-sama.

{2.} Cinta Sejati Tanpa Syarat
Sebuah kisah cinta tanpa syarat karena terlalu banyak mengkhayal, sebagian orang merasa bahwa menjalin hubungan tidak perlu memandang wajah, harta atau apapun yang berkenaan tentang itu. Namun kenyataannya secara umum, cinta sejati kebanyakan berasal dari pilihan yang tepat. Bahkan sebagian orang memberikan batasan-batasan mengenai pasangan yang tepat bagi dirinya. Contohnya saja memperhatikan agama, kekayaan, jabatan, tampang dan jenjang sekolah.

{3.} Cemburu Tanda Sayang
Cemburu memang bisa menjadi tanda sayang, namun saat ini kebanyakan kisahnya hanya menjadi mitos tentang hubungan cinta. Dapat kita buktikan banyak pasangan yang menggunakan kata cemburu hanya sebagai alasan untuk memutuskan hubungan.

{4.} Menjadi Orang Lain
Pada dasarnya ada dua jenis mitos pada poin ke empat ini. Mitos yang pertama adalah berusaha menjadi orang lain untuk membuat pasangannya senang dan secara bersamaan pasangannya tersebut mengatakan bahwa dia lebih baik menjadi orang lain, meskipun perubahan sikapnya tersebut pada dasarnya disukai. Sedangkan mitos yang kedua adalah tidak ingin menjadi orang lain, namun memaksakan pasangannya untuk menjadi apa yang diinginkan. Kedua hal ini tidak akan bisa terwujud kecuali hanya dalam film. Mengapa? Karena akan selalu ada yang tersakiti.

{5.} Mengetahui Perasaan
Mitos yang kelima adalah memaksakan pasangan untuk mengetahui perasaannya. Orang yang percaya akan mitos ini merasa bahwa pasangannya memiliki indera keenam, sehingga apa yang diinginkan akan diketahui. Ini adalah suatu kesalahan terbesar dan biasanya ditandai dengan sikap diam seribu bahasa.

{6.} Semua Dilakukan Bersama-Sama
Seperti yang kita lihat pada cerita-cerita cinta fiksi, dimana kedua pasangannya datang, pergi dan melakuakan semuanya bersama-sama. Kisah cinta tersebut benar-benar adalah mitos. Kenapa? Karena akan sulit hal tersebut untuk diwujudkan. Ada waktu dimana anda bersama pasangan dan ada waktu dimana anda harus sendiri.


Kesimpulan
Meskipun keenam mitos tentang hubungan cinta tersebut dapat terealisasikan, namun akhirnya tidak akan selalu baik. Oleh sebab itu, jadilah diri anda sendiri dengan cerita sendiri. Pastikan bahwa cinta yang anda beri sama dengan yang anda dapat. Gunakan semua waktu untuk mencari pendamping yang tepat.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : 6 Mitos Tentang Hubungan Cinta Para Remaja