Dunia Informasi & Inspirasi

Sharing Infomasi Seputar Dunia Informasi & Inspirasi

Cara Mengetahui Perbedaan Batu Akik Sintesis dan Imitasi

Batu akik atau disebut juga batu mulia yang bisa ditemukan diberbagai macam tempat. Biasanya tempat-tempat yang banyak ditemukan batu tersebut ialah di dalam tanah yang bagian permukaannya berair, contohnya di bawah rawa, sungai, hutan dan gunung. Namun tidak sedikit batu akik yang ditemukan secara kebetulan di tempat yang tak terduga, misalnya di bawah pohon pisang, di halaman rumah atau di sisi jalan. Walau terlihat mudah ditemukan, sebenarnya batu akik ini adalah salah satu jenis batu permata yang sangat langka sehingga harganya sangat tinggi.


Dari harga yang tinggi tersebut, bermunculan banyak batu akik tiruan (sintesis) dan palsu (imitasi) yang untuk sebagian orang sangat meresahkan. Namun di sisi lain, munculnya batu-batu seperti itu membuat banyak lapisan masyarakat dapat memakai batu akik tanpa harus menggelontorkan dana yang besar. Oleh sebab itu, dalam artikel ini akan dijelaskan bagaimana mengetahui perbedaan batu akik sintesis dan imitasi agar Anda dapat mengantisipasi penipuan ataupun dapat menetapkan harga yang pantas bagi suatu batu.

Cara Mengetahui Perbedaan Batu Akik Sintesis dan Imitasi

Batu Akik Sintesis
Batu jenis ini merupakan batu duplikat dari batu akik natural (alami). Pembuatannya sendiri menggunakan kandungan kimia yang sangat mirip atau bisa dibilang sama persis dengan batu akik alami. Jadi, yang membedakan antara batu akik sintesis dengan batu akik yang natural hanyalah dalam masalah pembuatan. Batu akik alami dibuat dalam tempo yang sangat lama, bahkan dapat berlangsung jutaan tahun sedangkan batu akik sintesis dapat dibuat secara cepat dan instan menggunakan kemampuan manusia di laboratorium. Salah satu laboratoriam yang sangat terkenal dalam memproduksi batu akik sintesis ini adalah Chatam yang berletak di Amerika.

Untuk mengetahui lebih lanjut, Anda dapat melihat salah satu contoh yang banyak beredar dipasaran, misalnya batu zamrud. Batu zamrud adalah batu mulia yang memiliki sifat berwarna hijau pucat. Ketika dibawa ke laboratorium, maka para ilmuwan akan meletakkan batu sintesis berwarna hijau tua ke bagian belakang batu yang alami. Dengan eksperimen tersebut, seorang ilmuwan dapat menghasilkan batu zamrud yang lebih indah dan berharga mahal. Biasanya batu zamrud seperti itu diberi nama “Zamrud Siberia”.

Contoh lainnya yang biasanya diterapkan batu akik sintesis adalah pada safir star. Biasanya batu jenis ini memiliki warna putih, namun ketika disematkan batu sintesis berwarna biru ataupun merah, maka batu safir tersebut akan berubah menjadi ruby star atau blue safir star. Ketika safir-safir tersebut diikat atau dipakaikan ring, maka sudah sangat sulit untuk dibedakan. Selain itu,ada juga batu opal yang digabungkan dengan batu quartz yang membuat kembang serta warnanya menjadi lebih indah dan menarik dipandang.

Batu Akik Imitasi
Berbeda halnya dengan batu akik sintesis, batu akik imitasi memiliki kandungan kimia yang sangat jauh berbeda. Bahkan jika dilihat dengan mata saja, perbedaannya sangatlah mencolok.

Biasanya batu akik imitasi dibuat dengan bahan dasar kaca atau plastik, sehingga struktur mineral, tingkat kekerasan, warna, serat hingga pantulannya terhadap cahaya pun sangat berbeda dengan batu akik alami ataupun sintesis.

Salah satu contohnya adalah batu ruby yang memiliki kandungan berupa Alumunium Oxide (A12O3). Pengrajin batu akik palsu akan mengganti zat Alumunium tersebut dengan bahan baku lain berupa keramik, porselin atau kaca.


Dari penjelasan tersebut dan cara mengetahui perbedaan batu akik sintesis dan imitasi, pembeli batu akik haruslah memiliki kewaspadaan yang tinggi dalam memilih batu mana yang akan dibeli. Jangan sampai, pembeli dirugikan karena ulah penjual nakal yang menjual batu akik alami padahal palsu (imitasi).

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Cara Mengetahui Perbedaan Batu Akik Sintesis dan Imitasi